Kota Pekanbaru saat ini berbeda jauh dengan suasana tahun delapan puluhan. Kini ruko berkem bang dengan pesat di sepanjang jalan Sukarno-Hatta, Tuanku Tambusai(nangka), Imam Munan dar (harapan raya), Arengka dua, Subrantas (jl raya bangkinan). Kaharuddin Nst, Arifin Ahmad, Hangtua, Riau dan masih banyak lagi. Selain ruko juga perumahan berkembang dengan pesat di pelosok kota Pekanbaru di dae rah Rumbai, Tampan, Simpang Tiga, Pandau, Kulim dan masih banyak lagi yang tak tersebutkan.
Gambar Lembah dan tebing di sekitar lembah yang su dah digundulkan dan terlihat bedeng batubata yang
baru dibangun.
Semua pembangunan itu membutuhkan keping-keping batu bata yang sangat banyak. Sedangkan bahan baku untuk pembuatan batu bata itu adalah tanah liat yang diolah di bedeng-bedeng. Karena batu bata yang dibutuhkan untuk pembangunan kota pekanbaru sangat banyak sekali, maka bedeng batubata ini juga mencapai ribuan yang sebagian besar terpusat di daerah kelurahan Sail. Bedeng-bedeng itu dibangun di lembah-lembah dan tebing-tebing bukit mulai dari kelurahan Rejosari hingga Sail, tersebar di daerah sumber air Sungai Tenayan. Kondisi demikian itu menyebabkan aliran sungai Tenayan terus mengalami degradisi yang semangkin parah.
Gambar lembah yang sudah digundulkan terdapat be deng batu baru dan pohon kelapa sawit yang baru dita
nam.
Kelak sungai Tenayan akan mengalami nasib yang sama seperti sungai Sail, sayangnya spesies ikan yang terdapat di sekitar lembah sungai Tenayan mulai dari daerah Sial hingga ke kuala su ngai Siak belum pernah terdata oleh siapapun. Ketika saya akan memulai mendatanya maka pen duduk setempat menyatakan bapak sudah terlambat, sebaiknya sekitar dua tahun lalu bapak mendatanya, karena kini sungai sudah rusak parah oleh ulah manusia dan spesies ikan yang ada sudah berkurang. Kelak bapak jangan terkejut bahwa yang akan mengisi sungai Tenayan ini ada lah ikan "Indosiar" jenis ikan yang sangat tidak disukai para pemancing ikan.
Gambar pemandangan lembah yang sudah dipenuhi oleh bedeng batubata dan sebagian tebing sudah terlihat sangat terjal.
Lembah-lembah sebagai sumber air sungai Tenayan setelah hutan sekundernya digundulkan juga di lokasi itu
dibangun bedeng-bedeng batu bata dan di bagian tebingnya ada juga yang dialih fungsikan sebagai kebun kelapa sawit. Kebun kelap sawit ini selain milik penduduk ada juga yang dimiliki oleh perusahaan perkebunan "Sinar Mas". Ada juga kawasan di bagian hulu sungai Tenayan ini yang dikembangkan menjadi perumahan yang dikembangkan oleh developer peru mahan. Sehingga beberapa wilayah di daerah lembah sebagai sumber airnya sungai Tenayan te lah menjadi lahan terbuka dan miskin dengan pohon. Untuk pembakaran batubata tersebut ha rus mendatangkan kayu bakar sebanyak mungkin dari daerah lain, karena hutan di sekitarnya sudah gundul. Biasanya setiap melakukan pembakaran batubata memakan waktu berhari-hari hingga batubata masak. Kayu yang dibutuhkan tidak cukup satu truk dan tergantung banyak rumah pembakar batubata yang dimiliki di setiap bedeng.
Lembah-lembah sebagai sumber air sungai Tenayan sudah tidak memiliki hutan yang dapat
menghasilkan kayu bakar.Kondisi demi kian itu menyebabkan setiap ada hujan maka air sungai Tenayan menjadi keruh. Selain itu anak sungai yang terdapat di lembah bila musim kemarau menjadi kering tidak berair dan beberapa anak sungai kecil dihilirnya juga menjadi dangkal dan merupakan genangan air yang terputus dari aliran utamanya. Spesies-spesies ikan yang terda pat di hulu anak sungai tenayan menjadi berkurang. Haruskan kondisi demikian itu semangkin diperparah terus oleh adanya pembangunan. Kapan yaaa di daerah tersebut dijadikan sebagai lokasi penghijauan? Jadi bukan hanya di kota yang sudah memiliki pohon lalu di bawahnya dita nam lagi pohon penghijauan. Salam dari Tenayan!!!!!!!!!!!

1 komentar:
Selamat siang...
Memang pada saat sekarang ini untuk mendapatkan sumber air yang cukup dan bersih mulai susah, terutam airtanah. Sulitnya lokasi sumber air ini selain diakibatkan oleh musim yang tidak menentu juga tergantung atau sangat dikendalikan oleh karakteristik daerahnya masing-masing pak. Mungkin untuk mencoba mengatasinya bapak bisa bertanya pada penduduk setempat tentang "gimana-gimana" nya daerah tersebut. Sehingga dari situ bapak mulai untuk menyocokkan dengan karakteristik ikan yang dimungkinkan hidup di daerah tersebut.
Terimakasih
Posting Komentar