Sabtu, 13 September 2008

Lokasi Sumber Air Sungai Tenayan Kian Terancam

Chaidir P. Pulungan
Kota Pekanbaru saat ini berbeda jauh dengan suasana tahun delapan puluhan. Kini ruko berkem bang dengan pesat di sepanjang jalan Sukarno-Hatta, Tuanku Tambusai(nangka), Imam Munan dar (harapan raya), Arengka dua, Subrantas (jl raya bangkinan). Kaharuddin Nst, Arifin Ahmad, Hangtua, Riau dan masih banyak lagi. Selain ruko juga perumahan berkembang dengan pesat di pelosok kota Pekanbaru di dae rah Rumbai, Tampan, Simpang Tiga, Pandau, Kulim dan masih banyak lagi yang tak tersebutkan.







Gambar Lembah dan tebing di sekitar lembah yang su dah digundulkan dan terlihat bedeng batubata yang
baru dibangun.








Semua pembangunan itu membutuhkan keping-keping batu bata yang sangat banyak. Sedangkan bahan baku untuk pembuatan batu bata itu adalah tanah liat yang diolah di bedeng-bedeng. Karena batu bata yang dibutuhkan untuk pembangunan kota pekanbaru sangat banyak sekali, maka bedeng batubata ini juga mencapai ribuan yang sebagian besar terpusat di daerah kelurahan Sail. Bedeng-bedeng itu dibangun di lembah-lembah dan tebing-tebing bukit mulai dari kelurahan Rejosari hingga Sail, tersebar di daerah sumber air Sungai Tenayan. Kondisi demikian itu menyebabkan aliran sungai Tenayan terus mengalami degradisi yang semangkin parah.





Gambar lembah yang sudah digundulkan terdapat be deng batu baru dan pohon kelapa sawit yang baru dita
nam.










Kelak sungai Tenayan akan mengalami nasib yang sama seperti sungai Sail, sayangnya spesies ikan yang terdapat di sekitar lembah sungai Tenayan mulai dari daerah Sial hingga ke kuala su ngai Siak belum pernah terdata oleh siapapun. Ketika saya akan memulai mendatanya maka pen duduk setempat menyatakan bapak sudah terlambat, sebaiknya sekitar dua tahun lalu bapak mendatanya, karena kini sungai sudah rusak parah oleh ulah manusia dan spesies ikan yang ada sudah berkurang. Kelak bapak jangan terkejut bahwa yang akan mengisi sungai Tenayan ini ada lah ikan "Indosiar" jenis ikan yang sangat tidak disukai para pemancing ikan.










Gambar pemandangan lembah yang sudah dipenuhi oleh bedeng batubata dan sebagian tebing sudah terlihat sangat terjal.









Lembah-lembah sebagai sumber air sungai Tenayan setelah hutan sekundernya digundulkan juga di lokasi itu
dibangun bedeng-bedeng batu bata dan di bagian tebingnya ada juga yang di
alih fungsikan sebagai kebun kelapa sawit. Kebun kelap sawit ini selain milik penduduk ada juga yang dimiliki oleh perusahaan perkebunan "Sinar Mas". Ada juga kawasan di bagian hulu sungai Tenayan ini yang dikembangkan menjadi perumahan yang dikembangkan oleh developer peru mahan. Sehingga beberapa wilayah di daerah lembah sebagai sumber airnya sungai Tenayan te lah menjadi lahan terbuka dan miskin dengan pohon. Untuk pembakaran batubata tersebut ha rus mendatangkan kayu bakar sebanyak mungkin dari daerah lain, karena hutan di sekitarnya sudah gundul. Biasanya setiap melakukan pembakaran batubata memakan waktu berhari-hari hingga batubata masak. Kayu yang dibutuhkan tidak cukup satu truk dan tergantung banyak rumah pembakar batubata yang dimiliki di setiap bedeng.
Lembah-lembah sebagai sumber air sungai Tenayan sudah tidak memiliki hutan yang dapat
menghasilkan kayu bakar.Kondisi demi kian itu menyebabkan setiap ada hujan maka air sungai Tenayan menjadi keruh. Selain itu anak sungai yang terdapat di lembah bila musim kemarau menjadi kering tidak berair dan beberapa anak sungai kecil dihilirnya juga menjadi dangkal dan merupakan genangan air yang terputus dari aliran utamanya. Spesies-spesies ikan yang terda pat di hulu anak sungai tenayan menjadi berkurang. Haruskan kondisi demikian itu semangkin diperparah terus oleh adanya pembangunan. Kapan yaaa di daerah tersebut dijadikan sebagai lokasi penghijauan? Jadi bukan hanya di kota yang sudah memiliki pohon lalu di bawahnya dita nam lagi pohon penghijauan. Salam dari Tenayan!!!!!!!!!!!


Kamis, 07 Agustus 2008

Tekanan Ekologi Lembah Sungai Tenayan yang Semangkin Mengkhawatirkan.

Chaidir P. Pulungan
Sungai Tenayan merupakan anak sungai Siak yang berada di wilayah kecamatan Tenayan Raya, kota madya Pekanbaru, Riau. Hulu sungai ini berada di wilayah kelurahan Kulim kecama tan Tenayan Raya. Sungai Tenayan ini memiliki beberapa cabang anak sungai di bagian hilir dekat kualanya terdapat anak sungai Tenayan, dibagian tengah terdapat sungai Penampungan dan di atasnya terdapat percabangan anak sungai yang dinamai singai Binjai.
Di sekitar aliran sungai hingga ke arah kuala terdapat kawasan rawa-rawa yang cukup luas tapi kini sebagian besar kawasan rawa-rawa ini telah mulai disulap menjadi lahan kebun kelapa sawit. Pada sebagian lahan itu telah dibangun kanal-kanal dan aliran sungai utamanya juga su dah diperlebar oleh si pengusaha si pemilik perkebunan tersebut. Demikian juga rawa-rawa di kawasan bagian hulunya yang terletak di sungai Binjai, oleh penduduk kawasan hutannya mulai disulap menjadi kebun kelapa sawit.
Sedangkan di bagian hulu sungai Binjai lainnya terutama di daerah Pebatuan banyak terdapat tempat pembuatan batu bata yang memanfaatkan tanah disekitarnya, bahkan ada juga yang diratakan untuk lahan komplek perumahan yang dikembangkan oleh developer.
Akibat tekanan ekologi yang begitu tinggi menyebabkan airnya yang terdapat di bagian hilir selalu menjadi keruh dan di badan sungai banyak terdapat batang dan ranting-ranting kayu dari hasil penebasan hutan di sekitar kawasan lembah tersebut. Kondisi demikian itu tentunya meng ganggu kehidupan biota yang terdapat di dalam, baik yang hidup di darat maupun di perairan.
Berdasarkan informasi dari beberapa orang penduduk yang menangkap ikan di aliran sungai Tenayan dan kawasan rawa-rawa tersebut bahwa jumlah ikan hasil tangkapan mereka sekarang ini sudah jauh berkurang jika dibandingkan 2 tahun yang lalu. Mereka menyatakan kehadiran saya untuk menginventarisasi jenis-jenis ikan yang ada di sungai dan rawa-rawa tersebut sudah terlambat.
Alat tangkap yang masih bertahan digunakan penduduk untuk menangkap ikan di kawasan sungai Tenayan itu hanya lukah. Dan jenis ikan yang paling mereka harapkan untuk tetangkap hanyalah jenis ikan lontok (Oxyeleotris marmorata) atau ikan betutu yang harga jualnya cukup tinggi. Tentunya mereka mengharapkan ikan yang tertangkap masih dalam keadaan hidup. Tetapi mereka sangat kecewa apabila jenis ikan yang tertangkap itu hanyalah ikan "indosiar" (Hyposarcus pardalis).
Penghuni kawasan sungai Tenayan ini yang masih ditakuti penduduk ketika mereka mencari ikan adalah sejenis hewan reptil yaitu buaya ikan/katak bahkan menurut penduduk yang berada di bagian hulu, hewan reptil ini juga ada di sungai Binjai. Pada hal anak sungai Siak yang berada di kawasan kota madya Pekanbaru ini cukup banyak yaitu sungai Sail, Teleju, Air Hitam, Ukai, Umban, Rumbai, Ambang, Senapelan, Sago dan Tenayan. Tetapi yang berpenghuni hewan buaya hanya di sungai Tenayan. Apakah karena di sungai ini masih banyak terdapat ikan dan udang serta memiliki rawa-rawa yang cukup luas. Hanya saja sampai kapankah mereka masih dapat bertahan di kawasan tersebut apabila kawasan tersebut sudah berubah. Apalagi rencana tata ruang kota di kawasan tersebut akan dijadikan sebagai kawasan industri.
Jenis ikan dari kawasan rawa-rawa yang masih dapat dijumpai adalah ikan kopar/selincah (Belontia hasselti), gabus (Channa striata), betok (Anabas testudineus), sepat rawa (Trichogas ter trichopterus), lele manik-manik (Clarias sp.), lele akar (Clarias sp.), dan situmbuk/tumbuk bani (Luciocephalus pulcher), Osteochilus spilurus, Puntius lineatus, Puntius johorensis, Rasbora toneri, Rasbora einthoveni, Rasbora trilineata, Sphaerichthys osphromoides dan Trichopsis vittata.